Langsung ke konten utama

Batam, Dimana Asa dan Mata Mulai Terbuka



Purworejo, Jawa Tengah.
Dulu, sangat tidak menyangka aku dapat menjadi salah satu yang 'diunggulkan' di sekolah untuk mewakili sebagai peserta olimpiade. Ya jelas pesimis, saat seleksi di sekolah aku tergolong siswa yang biasa aja. Ranking di sekolah? Wah, jauh dari pesaing-pesaing lainnya. Namun, tidak tahu mengapa mungkin memang Allah memberi jalan di situ. Ya, dijalani aja sebaik mungkin. Ya gak sih.
Di hari-H seleksi kabupaten bersama Farhan, Gusti, dan Pikar ditemani guru-guru tentunya berangkatlah ke tempat seleksi. Woila(ini ceritanya kaget). Hmmm. Soalnya susah, sempat kehabisan tinta pulpen, terus pinjem ke pengawas(pertolongan Allah memang nyata adanya). Bayangkan kalau-kalau si Ibu pengawas gak minjemin pulpennya bisa apa aku? Ya udah gitu aja terus kerjain deh. Soalnya full pilihan ganda, banyak yang masih kosong tuh, ya udah jurus terakhir bulet-buletin ngasal tapi patternnya tetep bagus. Sumpah, keluar ruangan nggak yakin bakal lolos. Temen-temen lain juga gitu.
Oiya, aku saat itu ikutnya bidang fisika, Farhan bidang IPS, Gusti bidang biologi, Pikar bidang Matematika. Ya udah selesai pulang deh. Terus dijajanin bakso sama bapak-ibu guru.
_____________________

Saat hari pengumuman tiba. B aja sebenernya, yakin gak lolos. Eng ing eng. Peringkat 14 se-Jawa Tengah dengan nilai 86/120 (Fyi dulu kalo olimpiade tingkat kabupaten di Jawa Tengah emang yang koreksi dari pihak provinsi terus diperingkat satu provinsi nah yang masuk passing grade itu bakalan ikut seleksi provinsi. Nah, di bawah anak-anak passing grade itu juga bakal ada perwakilan kabupaten yang ikut seleksi juga. Jadi, minimal dari satu kabupaten itu satu anak). Shock dong. Ya udah iyain dulu aja.
_____________________

Semarang, Jawa Tengah.
Bagi peserta yang masuk passing grade 'terpaksa' harus dikarantina oleh pihak provinsi buat pembekalan sebelum seleksi provinsi. Fasilitas ini menurut aku spesial karena mungkin anak passing grade cenderung diunggulakan. Terus berangkat dianter guru dari Purworejo ke Semarang naik mobil. Dulu tuh payah banget emang, kalau naik mobil pasti muntah dan sebelnya pasti abis makan siang muntahnya. Sampai di sana sekitar 4-5 jam setelahnya. Langsung daftar ulang terus dapet kunci pintu kamar. Kebetulan dari sekolah aku yang lolos passing grade itu 3 orang sama aku. Farhan sama Gusti juga ikut ke Semarang. Udah gitu besoknya udah mulai karantina dari pagi pukul 7 sampai pukul 10 malam. Kejam? Memang. Ya udah selo, kalo ga ngerti ya main hape. Btw, anak passing grade yang lain tuh imba, dewa, kece badai lah pemahamannya. Semakin minder. Namun, overall temen-temen ini pada kocak-kocak parah. Mulai dari anak Fisika sampai IPS, bener-bener betah. Namun, Udah gitu dikarantina di wisma bukan di hotel bintang 4 atau 5, jadi agak kecewa aja. Ya pokoknya gitu dikarantina lebih dari 2 minggu terus naik bis entah dibawa kemana...
_____________________

Asrama Haji, Boyolali, Jawa Tengah.
Yeay, sampai. Di bus sungguh tersiksa udah gitu duduk sendiri. Si Farhan ga mau sebelahan takut aku muntah. OK, fine. Turun, daftar ulang, dapet kamar, main sama temen-temen, ga belajar mungkin pada jenuh, ok aku bisa rasain kok. Malem tidur, bangun, Tahajjud dong. Minta dikasih kemudahan. Tidur lagi. Bangun. Mandi. Ganti baju. Siap-siap ke ruang seleksi. Ngerjain. Pusing. Yang pilihan ganda yang kosong triknya masih sama kayak di kabupaten. Yang soal isian yang kosong ya udah masa bodo. Udah selesai, makan, nunggu dijemput guru.
Yeay, akhirnya dateng, akhirnya pulang. Hayati lelah, sungguh. Di jalan mampir toko oleh-oleh plus makan lagi diharkosin guru.
_____________________

Purworejo + Semarang, Jawa Tengah.
Hari pengumuman. Peringkat 13 dari 21 yang lolos nasional. Seneng dong. Namun, pas dipikir-pikir lagi kok ya nyiksa juga. Karantina lagi 1 bulan. Di wisma yang dulu lagi. Jam belajar tetap sama. Ditambah tiap subuh ada olahraga pagi. Makasih.
Nah, udah seperti biasa pokoknya isinya belajar doang. Suatu hari juga di ajak jalan-jalan ke Ciputra Mall. Namun, ya nggak beli apa-apa (skill jalan-jalanku tanpa beli-beli memang udah terasah sejak dulu).
Sampai hari dimana akan berangkat ke kota seleksi nasional. Dibawa dong ke bandara. Yeay, akhirnya naik pesawat. Ya, maklum aja pertama kalinya.
_____________________

Semarang Ahmad Yani - Jakarta Soekarno-Hatta. Transit di CGK. Jakarta Soekarno-Hatta - Batam Hang Nadim.
_____________________

Batam, Kepulauan Riau, 15 - 21 Mei 2013.
Akhirnya sampai juga. Terus ke hotel. Namanya Golden View, bintang 4. Dapat kartu pintu kamar, sekamar sama Edo sama Tegar. Udah gitu mandi. Makan, sumpah tempe tahu di sana rasanya ga enak.
Esok harinya seleksi dimulai yang bertempat di SMP Harapan Bangsa. Sekolahnya besar dan megah. Nggak bisa bayangin gitu sama SMP aku. Soal seleksi kali ini esai semua. Pilu hati ini. Namun, Alhamdulillah bisa ngerjain dan di sinilah baru mulai bisa optimis dapat medali.
Hari-hari selanjutnya sambil menunggu malam pengumuman diajaklah jalan-jalan di Batam dan sekitarnya. Diajak kepantai, terus ke camp pengungsian yang sekarang sudah jadi museum. Fyi saat perang Vietnam berkecamuk, banyak warga sipil Vietnam yang kabur dari negaranya. Mereka naik kapal yang satu kapalnya itu pasti over load. Miris memang. Ya begitulah potret kekejaman perang. Selalu warga sipil yang menjadi korban. Banyak korban yang akhirnya meninggal dunia saat di lautan. Sampai di Indonesia, Pemerintah Indonesia dengan UNHCR membantu mengurus para pengungsi ini dengan dibangunnyalah camp pengungsian ini.
Lanjut, di malam pengumuman tentunya makan, ndengerin ini itu bla bla bla. O iya Farhan dan Gusti juga masih menemani lolos ke tingkat nasional. Dag dig dug. Perunggu terakhir. Alhamdulillah. Nggak sia-sia ditempa sebegitu kerasnya. Nangis haru. Campur aduk sih awalnya agak ga percaya. Namun, ya udah rezeki ga boleh ditolak.
Udah gitu besoknya pulang. Rutenya kebalikannya ya. Sampai di Semarang disambut di Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Dijemput lagi sama Ibu-Bapak guru. Sampai sekolah dijemput Bapak, di rumah peluk Ibu. Alhamdulillah.
_____________________

Skip yang ga perlu. Intinya dapet insentif dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Makasih. 💖 hehe.
_____________________

Jadi, selama kalian berusaha pasti Allah bakal bales kok dengan suatu hal yang nggak terduga-duga. Terkait tulisan di atas yang cenderung terlihat bahwa aku pesimis sejatinya memang betul tetapi di balik itu semua aku menjalaninya dengan semangat walaupun saat karantina tidak semua hal dapat dicerna dengan baik.
Dari sinilah aku mulai membuka mata bahwa dunia luas ini masih perlu diexplore. Di sini pula aku mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya, teman-teman yang menginspirasi, mimpi-mimpi baru, dan lain sebagainya.
_____________________

Special Thanks untuk Allah SWT yang memberi nikmat yang indahnya tiada tara, Ibu-Bapak yang selalu mendukung segala langkah yang aku tempuh, Bu Juni pembimbing aku dulu di SMP, Pak Hadi dosen dari UNNES pembimbingku juga dulu, dan teman-teman. Ingin menangis ini sambil ngetik.
Sampai jumpa di pos selanjutnya.
_____________________

Gambar diabadikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekadar Pembuka

Lembar putih penanda pembuka bab baru. Laman ini akan menjadi saksi lika-liku kehidupan yang fana ini. Aku hanyalah sekadar debu alam semesta ini yang tentunya tidak berpengaruh apa-apa keberadaan ataupun tidaknya. Namun, jika dibandingkan dengan alam semesta sebuah perkumpulan manusia memang bukanlah sesuatu yang ‘wah’. Di situlah mungkin aku akan membutuhkan seseorang (atau lebih) dan mungkin orang tersebut akan membutuhkanku juga. _____________________ Inilah perjalanan dimana aku akan menepuh hidup. Lika-liku penuh tawa, canda, tangis, kecewa, dan lain sebagainya. _____________________ Yeay, akhirnya mulai menulis lagi dengan blog yang berbeda tentunya dan bakalan lebih membahas tentang kegiatan aku. Nantinya aku akan mulai dari bagaimana aku bisa menjadi salah satu mahasiswa di suatu institut di Bandung (lihat gambar). Panjangnya cerita bagaimana aku bisa masuk ke institut ini membuatku akan menceritakannya di posting selanjutnya. Sekadar berbagi pengalaman dan...