Purworejo, Jawa Tengah. Dulu, sangat tidak menyangka aku dapat menjadi salah satu yang 'diunggulkan' di sekolah untuk mewakili sebagai peserta olimpiade. Ya jelas pesimis, saat seleksi di sekolah aku tergolong siswa yang biasa aja. Ranking di sekolah? Wah, jauh dari pesaing-pesaing lainnya. Namun, tidak tahu mengapa mungkin memang Allah memberi jalan di situ. Ya, dijalani aja sebaik mungkin. Ya gak sih. Di hari-H seleksi kabupaten bersama Farhan, Gusti, dan Pikar ditemani guru-guru tentunya berangkatlah ke tempat seleksi. Woila(ini ceritanya kaget). Hmmm. Soalnya susah, sempat kehabisan tinta pulpen, terus pinjem ke pengawas(pertolongan Allah memang nyata adanya). Bayangkan kalau-kalau si Ibu pengawas gak minjemin pulpennya bisa apa aku? Ya udah gitu aja terus kerjain deh. Soalnya full pilihan ganda, banyak yang masih kosong tuh, ya udah jurus terakhir bulet-buletin ngasal tapi patternnya tetep bagus. Sumpah, keluar ruangan nggak yakin bakal lolos. Temen-temen lain jug...