Purworejo, Jawa Tengah. Dulu, sangat tidak menyangka aku dapat menjadi salah satu yang 'diunggulkan' di sekolah untuk mewakili sebagai peserta olimpiade. Ya jelas pesimis, saat seleksi di sekolah aku tergolong siswa yang biasa aja. Ranking di sekolah? Wah, jauh dari pesaing-pesaing lainnya. Namun, tidak tahu mengapa mungkin memang Allah memberi jalan di situ. Ya, dijalani aja sebaik mungkin. Ya gak sih. Di hari-H seleksi kabupaten bersama Farhan, Gusti, dan Pikar ditemani guru-guru tentunya berangkatlah ke tempat seleksi. Woila(ini ceritanya kaget). Hmmm. Soalnya susah, sempat kehabisan tinta pulpen, terus pinjem ke pengawas(pertolongan Allah memang nyata adanya). Bayangkan kalau-kalau si Ibu pengawas gak minjemin pulpennya bisa apa aku? Ya udah gitu aja terus kerjain deh. Soalnya full pilihan ganda, banyak yang masih kosong tuh, ya udah jurus terakhir bulet-buletin ngasal tapi patternnya tetep bagus. Sumpah, keluar ruangan nggak yakin bakal lolos. Temen-temen lain jug...
Lembar putih penanda pembuka bab baru. Laman ini akan menjadi saksi lika-liku kehidupan yang fana ini. Aku hanyalah sekadar debu alam semesta ini yang tentunya tidak berpengaruh apa-apa keberadaan ataupun tidaknya. Namun, jika dibandingkan dengan alam semesta sebuah perkumpulan manusia memang bukanlah sesuatu yang ‘wah’. Di situlah mungkin aku akan membutuhkan seseorang (atau lebih) dan mungkin orang tersebut akan membutuhkanku juga. _____________________ Inilah perjalanan dimana aku akan menepuh hidup. Lika-liku penuh tawa, canda, tangis, kecewa, dan lain sebagainya. _____________________ Yeay, akhirnya mulai menulis lagi dengan blog yang berbeda tentunya dan bakalan lebih membahas tentang kegiatan aku. Nantinya aku akan mulai dari bagaimana aku bisa menjadi salah satu mahasiswa di suatu institut di Bandung (lihat gambar). Panjangnya cerita bagaimana aku bisa masuk ke institut ini membuatku akan menceritakannya di posting selanjutnya. Sekadar berbagi pengalaman dan...